Friday, August 19, 2005
What is love?
Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab.Mereka yang bermain dengannya menyebutnya sebuah permainan. Mereka yang tidak memilikinya menyebutnya sebuah impian. Mereka yang mencintai menyebutnya takdir.
to my soldier
Yang menurut kita baik, belum tentu baik di mata Allah SWt benar kan mas? Semoga Allah memberikan seseorang yang benar-benar bisa mempersembahkan yang terbaik dari dirinya untuk mas. Siapapun dia, yang pasti dia adalah pilihan-Nya yang terbaik untuk mas, yang bisa berbakti pada mas sampai akhir hayat. Dan mudah-mudahan Nina diampuni kekhilafannya oleh Allah SWT. Nina salah satu langkah saja mas, tapi kok yang satu langkah itu ternyata benar-benar fatal akibatnya. Tak ada yang lebih berguna yang Nina lakukan kecuali memperbaiki diri. Nina harap mas tidak keberatan membantu Nina memperbaiki diri. Karena semakin banyak yang memberi masukan positif Insya Allah Nina akan lebih dari sebelumnya.
Maafkan Nina mas......
Rabbul I'zati kenapa Nina lepas seorang ahli ibadah seperti dia?
Maafkan Nina mas......
Rabbul I'zati kenapa Nina lepas seorang ahli ibadah seperti dia?
Friday, August 12, 2005
Sunday, August 07, 2005
Waktu kau lewat aku sedang mainkan gitar
Sebuah lagu yang kunyanyikan tentang dirimu
Seperti kemarin kamu hanya lemparkan senyum
Lalu pergi begitu saja bagai pesawat tempur
Hei kau yang manis singgahlah dan ikut bernyanyi
Sebentar saja nona sebentar saja hanya sebentar
Rayuan mautku tak membuat kau jadi galak
Bagai seorang diplomat ulung engkau mengelak
Kalau saja aku bukanlah penganggur sudah kupacari kau
Jangan bilang tidak bilang saja iya
ya lebih baik dari pada kau menangis
Penguasa penguasa berilah hambamu uang
Beri hamba uang beri hamba uang
Penguasa penguasa berilah hambamu uang
Beri hamba uang beri hamba uang
Beri hamba uang beri hamba uang
Oh ya andaikata dunia tak punya tentara
Tentu tak ada perang yang banyak makan biaya
Oh ya andaikata dana perang buat diriku
Tentu kau mau singgah bukan cuma tersenyum
Kalau hanya senyum yang engkau berikan
Westerling pun tersenyum
Oh singgahlah sayang pesawat tempurku
Mendarat mulus didalam sanubariku
By: IF
Sebuah lagu yang kunyanyikan tentang dirimu
Seperti kemarin kamu hanya lemparkan senyum
Lalu pergi begitu saja bagai pesawat tempur
Hei kau yang manis singgahlah dan ikut bernyanyi
Sebentar saja nona sebentar saja hanya sebentar
Rayuan mautku tak membuat kau jadi galak
Bagai seorang diplomat ulung engkau mengelak
Kalau saja aku bukanlah penganggur sudah kupacari kau
Jangan bilang tidak bilang saja iya
ya lebih baik dari pada kau menangis
Penguasa penguasa berilah hambamu uang
Beri hamba uang beri hamba uang
Penguasa penguasa berilah hambamu uang
Beri hamba uang beri hamba uang
Beri hamba uang beri hamba uang
Oh ya andaikata dunia tak punya tentara
Tentu tak ada perang yang banyak makan biaya
Oh ya andaikata dana perang buat diriku
Tentu kau mau singgah bukan cuma tersenyum
Kalau hanya senyum yang engkau berikan
Westerling pun tersenyum
Oh singgahlah sayang pesawat tempurku
Mendarat mulus didalam sanubariku
By: IF
Friday, August 05, 2005
Seseorang Di Suatu Sudut
Cahaya jatuh pelan bersama angin ringan
Burung-burung sekedar singgah untuk musim
Di sudut terlihat sesuatu yang hitam kelam
Sulit dikenal usia hanya terlihat bentuk tubuh
Selalu terlihat duduk di sudut
Anak yang menyapa akan kembali dengan tangis
Berlalu lalang dengan bergumam datar
Bertanya siapa yang duduk di sudut gelap itu
Ditanya kembali bertanya kambali
Sinar yang selalu berganti-ganti
by: NN
Tak mengubah dia untuk bersuara
Ingin kenal nama tak tahu muka
Lambat laun semua tak peduli
Semua acuh semua angkuh
Hanya karena dia seseorang di suatu sudut
Burung-burung sekedar singgah untuk musim
Di sudut terlihat sesuatu yang hitam kelam
Sulit dikenal usia hanya terlihat bentuk tubuh
Selalu terlihat duduk di sudut
Anak yang menyapa akan kembali dengan tangis
Berlalu lalang dengan bergumam datar
Bertanya siapa yang duduk di sudut gelap itu
Ditanya kembali bertanya kambali
Sinar yang selalu berganti-ganti
by: NN
Tak mengubah dia untuk bersuara
Ingin kenal nama tak tahu muka
Lambat laun semua tak peduli
Semua acuh semua angkuh
Hanya karena dia seseorang di suatu sudut
Sunday, July 17, 2005
Catatan Akasia 2
Bila ada sesuatu di perutku. Apakah akan aku hilangkan? sementara mahluk itu selalu kudamba keberadaaannya. Meski tanpa seseorang disampingku. Bukan berarti si kecil akan hadir kedunia tanpa seorang Ayah. dia punya ayah, tentu saja punya. Kalau tidak punya mana mungkin dia ada. Hanya saja... "Aku belum siap" kata ayahmu nak....
Saturday, July 16, 2005
Thursday, July 14, 2005
Hari ini.... apa ya? rasanya penuh sekali hatiku, kerjaan masih seperti biasa. Cuma barangkali ini terasa lebih lengkap karena tadi makan siang bareng bos besar. yach, today is perfect day. entahlah! melihat mbak noy dan itne, nina sendiri gak bisa komentar. kalau sudah menyangkut perasaan, rasanya sulit sekali. Nina gak bisa juga menyalahkan mereka, karena nina tau posisi mereka, apa yang mereka rasakan. Maha Besar Engkau yang senantiasa melimpahi hati setiap insan rasa cinta.... barangkali memang salah/tidak tepat tapi... bukankah ini anugrah? Maka untuk mensyukuri anugrah itu, jalan yang terbaik adalah melupakannya.
Monday, July 11, 2005
Nina:
Ernaaaaaaaaa.....
sajake koyo ra tau ketemu 100 taun hehhehe...
wah lama2 kita beneran kumpul di jakarta nich Er, dan apa yang kita inginkan seperti waktu di Cempaka Mas jadi keturutan. Syukurlah kalau siti ada di Jakarta, tau gak aku jadi semangat kerja nich tau siti ada di jakarta. Bali kampung gak yo? tuch kan aku jadi mikir2 lagi. Ok dech ntar atau kapan2 tak telepone. ketemuan yen wis gajian wae tapi ning tengah2. sing ora kadohan nggo aku, awakmu lan Siti. Otre Bos...
na, tak critani. Subhanallah............ Masya Allah...... lagi iki Er, aku ngerti cowok sampai dzikir terus, karena ke cakepannya. ckckckck.... awake kekar banget, manis, cakep lagi. Dialah kakaknya Ryo hehhehe... kemarin dia ke tempat fitnes di kantor bawahku. terus yg jaga fitnes naik ke kantorku bilang kalau cowokku lagi fitnes, aku sangkal aja, wong ryo lagi di cikarang. eh jebulnya itu si kakak ipar. wuiiiihh..... Na, cakep mase. tenan Na, asli! aku sampai ngomong jujur ning ryo. tapi ryo gpp sich, hehhe.. malah muni ngene. Sue2 awakmu kecantol masku, ngaplo aku nin... hiahiahiahia
ih naaaaaaaaaaa.... cakep banget. tak bela belain ngintip dari kaca kantorku sampai ketahuan dia. wis tho pokoke ngisin2i banget. tur kok aku ketok ganjen ngono lho. sampai mas ikhsan (sing kerjo ndek fitnesan) gumun, lagi iki ngerti aku heboh gara2 cowok hehheheh...
yo wis ngono sik wae, wis oleh forwardanku soko mbak ve karo ukik tho?
wis yo.... salam nggo siti yen telp U meneh.
NINA
Erna:siang sayang.........................
wah kowe ki wis kerja kok isih koyo cah cilik,,,,,,,l
makane gak usah pulang kampumg wae,,,,,,,,
kita nanti pulang kampungnya bareng2 wae,,,,,,,,,,,,,,
wah ayo kita reoni, siti taunya daerah grogol,
aku grogol sih tau dikit,,,,,,,,,,
kamu telp aja siti ,
bulan ini telpku naik jadi 3,5 jta
jadi aku gak berani telp2 lagi
wah nin, aku pengen crito akeh, tapi males ngetike,
masalah cowok ganteng, mbak erna baru obral gede-gedean,
kasih aja ke aku ya,,,,,,,,,
bagi-bagi dong..........
wis yo nin.........
aku ngantuk banget
Ernaaaaaaaaa.....
sajake koyo ra tau ketemu 100 taun hehhehe...
wah lama2 kita beneran kumpul di jakarta nich Er, dan apa yang kita inginkan seperti waktu di Cempaka Mas jadi keturutan. Syukurlah kalau siti ada di Jakarta, tau gak aku jadi semangat kerja nich tau siti ada di jakarta. Bali kampung gak yo? tuch kan aku jadi mikir2 lagi. Ok dech ntar atau kapan2 tak telepone. ketemuan yen wis gajian wae tapi ning tengah2. sing ora kadohan nggo aku, awakmu lan Siti. Otre Bos...
na, tak critani. Subhanallah............ Masya Allah...... lagi iki Er, aku ngerti cowok sampai dzikir terus, karena ke cakepannya. ckckckck.... awake kekar banget, manis, cakep lagi. Dialah kakaknya Ryo hehhehe... kemarin dia ke tempat fitnes di kantor bawahku. terus yg jaga fitnes naik ke kantorku bilang kalau cowokku lagi fitnes, aku sangkal aja, wong ryo lagi di cikarang. eh jebulnya itu si kakak ipar. wuiiiihh..... Na, cakep mase. tenan Na, asli! aku sampai ngomong jujur ning ryo. tapi ryo gpp sich, hehhe.. malah muni ngene. Sue2 awakmu kecantol masku, ngaplo aku nin... hiahiahiahia
ih naaaaaaaaaaa.... cakep banget. tak bela belain ngintip dari kaca kantorku sampai ketahuan dia. wis tho pokoke ngisin2i banget. tur kok aku ketok ganjen ngono lho. sampai mas ikhsan (sing kerjo ndek fitnesan) gumun, lagi iki ngerti aku heboh gara2 cowok hehheheh...
yo wis ngono sik wae, wis oleh forwardanku soko mbak ve karo ukik tho?
wis yo.... salam nggo siti yen telp U meneh.
NINA
Erna:siang sayang.........................
wah kowe ki wis kerja kok isih koyo cah cilik,,,,,,,l
makane gak usah pulang kampumg wae,,,,,,,,
kita nanti pulang kampungnya bareng2 wae,,,,,,,,,,,,,,
wah ayo kita reoni, siti taunya daerah grogol,
aku grogol sih tau dikit,,,,,,,,,,
kamu telp aja siti ,
bulan ini telpku naik jadi 3,5 jta
jadi aku gak berani telp2 lagi
wah nin, aku pengen crito akeh, tapi males ngetike,
masalah cowok ganteng, mbak erna baru obral gede-gedean,
kasih aja ke aku ya,,,,,,,,,
bagi-bagi dong..........
wis yo nin.........
aku ngantuk banget
Thursday, July 07, 2005
alone alone asal kelakone
heehe... sebenarnya judul diatas tuch maunya alone dalam bahasa inggris cuma... daripada biar keliatan gitu. Semalam dirumah sendiri gak tau sampai kapan, karena keluarga liburan sekolah ke Tegal. Seneng dech sendirian, bukannya apa2, Nin merasa rumahnya jadi lebih lebar dan Nina juga jadi lebih leluasa membersihkannya, nyuci terus mandi, habis mandi bikin nasi goreng habis itu tiduran sambil nonton TV. Khhh... akhirnya setelah sekian lama, baru malam tadi Nina bisa tidur diatas kasur. tapi ingat Bos Besar juga yang laporan di tempat kerjanya lagi hujan, mana bajunya basah semua.
Alhamdulilah.... enaknya makan pakai mujair yang di goreng garing, sambel terasi sama lalapan. dan gitu makannya bareng sama Mas Ikhsan dan Itne, gelesotan di lantai lagi. Setiap member yang datang langsung liatin, mereka bilang "wah... piknik nich" jangan tanya lagi kaya' apa rasanya, Surga Dunia dech. kalau Bos tau? bodo amat, yang penting kami gak makan di mejanya Itne, jadi mau makan dimana aja kan gak apa-apa. kalau nanti nina ma mas ikhsan resign, itne makan sama siapa ya?
Alhamdulilah.... enaknya makan pakai mujair yang di goreng garing, sambel terasi sama lalapan. dan gitu makannya bareng sama Mas Ikhsan dan Itne, gelesotan di lantai lagi. Setiap member yang datang langsung liatin, mereka bilang "wah... piknik nich" jangan tanya lagi kaya' apa rasanya, Surga Dunia dech. kalau Bos tau? bodo amat, yang penting kami gak makan di mejanya Itne, jadi mau makan dimana aja kan gak apa-apa. kalau nanti nina ma mas ikhsan resign, itne makan sama siapa ya?
Wednesday, July 06, 2005
Seperti malam yang tak terpeluk. Seperti angin yang tak tergenggam. Dia cuma bisa Nina rasa. Tapi... begitu susah memahami dirinya. Subhanallah, Engkau tempa dengan cobaan seperti apa dia Ya Rabb, hingga jejak perasaannya pun tak mampu Nina baca. Sungguh memang benar2 pilihan, seseorang yang ada disampingnya kelak.
Monday, July 04, 2005
DIAM
Diam itu mengandung 7000 kebaikan dan tersimpul dalam 7 kalimat, dalam tiap kalimat
1. Diam itu adalah ibadat tanpa perlu bersusah payah
2. Diam itu adalah perhiasan tanpa berhias
3. Diam itu adalah kehebatan tanpa kerajaan
4. Diam itu adalah benteng tanpa pagar
5. Diam itu merupakan kekayaan tanpa meminta maaf kepada orang
6. Diam menjadikan istirahat bagi kedua malaikat pencatat amal
7. Diam menutup segala keaiban (cacat) menjadi keindahan bagi orang alim dan menutup bagi
yang bodoh
Petikan dari Kitab Tanbihul Ghafilin
1. Diam itu adalah ibadat tanpa perlu bersusah payah
2. Diam itu adalah perhiasan tanpa berhias
3. Diam itu adalah kehebatan tanpa kerajaan
4. Diam itu adalah benteng tanpa pagar
5. Diam itu merupakan kekayaan tanpa meminta maaf kepada orang
6. Diam menjadikan istirahat bagi kedua malaikat pencatat amal
7. Diam menutup segala keaiban (cacat) menjadi keindahan bagi orang alim dan menutup bagi
yang bodoh
Petikan dari Kitab Tanbihul Ghafilin
Sunday, July 03, 2005
Catatan Akasia
Aku tunggu dia di halte tempat kami biasa bertemu. Meski lumayan banyak barang-barang yang kubawa, sedikit makanan dan pakaian. Pukul 10.30 jalanan masih ramai. ada beberapa wanita dan pria yang berkumpul di warung-warung pinggiran seberang jalan. Wanita-wanita baikkah mereka? Khhh... kenapa aku punya pikiran seperti itu, sementara aku? masihkah aku menjadi wanita baik-baik setelah ini? Yang kutunggupun akhirnya datang juga. Kulihat kelelahan diwajahnya. Setelah makan, kami menuju tempat yang sudah kami rencanakan sebelumnya.Cukup lumayan. Kukeluarkan barang-barang bawaanku, aku tunjukkan padanya beberapa pakaian yang kubeli. Kutatap wajahnya, terlihat lebih segar sehabis mandi. Dadanya yang bidang, bilakah menjadi tempatku bersandar nanti dan kemudian hari? Perlahan ditariknya tanganku, direngkuh kedalam pelukannya dan.... Masihkah aku wanita baik-baik setelah ini?
Seharusnya penyerahan ini tak terjadi sebelum kami terikat pernikahan.
Aku, Akasia dan Dia.
Seharusnya penyerahan ini tak terjadi sebelum kami terikat pernikahan.
Aku, Akasia dan Dia.
Friday, June 24, 2005
Hujan
Yang... hujan turun lagi, dibawah payung hitam kuberlindung(bener gak sich lagunya?) hehhehe... hari ini hujan lagi, deras lagi, basah lagi. Seperti kemarin waktu diantar bos besar, lagi asik2 makan bubur ayam eh hujan datang. kemarin begitu menyenangkan bisa dekat dengan bos besar diwaktu hujan. tapi hari ini, Nina pulang sendiri, naik angkot. sampai di Pasar Minggu Nina melihat banyak anak kecil menawarkan payung, Ojek payung namanya. sedih rasanya melihat mereka, ukuran payung yang lebih besar dari mereka, basah kuyub, tanpa alas kaki, banjir lagi. Nina saja sudah merasa dingin apalagi mereka.Nina juga jadi ingat waktu pergi sama Aris waktu itu, di lampu merah seorang ibu menggendong bayinya yang masih beberapa bulan. Nina gak suka kalau anak kecil dijadikan alat pencari nafkah. memang mungkin tidak ada pilihan lain untuk itu. tapi... gak taulah. Cukup adilkah hidup ini? Kalau Nina banyak uang, sudah aku ambil bayi itu, sudah aku ajak pulang adik2 pengojek payung itu. (Nin jadi nangis beneran. Tapi disisi lain, Nina berpikir barangkali ini juga berkah dari hujan. dari hujan mereka bisa dapat uang, tapi... kalau mereka sakit, uang yang mereka dapatkan buat beli obat. sama juga bohong. Yach, semoga Allah memberi rejeki yang lebih buat mereka, supaya bisa buat makan dan sekolah. Amien...
Tuesday, June 21, 2005
Lha, kok bukan biru warna rumah Nina yang baru ini? tapi gak apa2 wis, Sudah di buatkan rumah sama De' Kame seperti ini saja, Nin sudah terimakasih. Terimakasih ya De' Kame.... banyak yang bilang kalau wajah Nina ma Ryo sama, padahal mereka baru pertama kali ketemu kami. Sudah jodohnya kali ya? hehhehehhe... Nina pernah dengar kalau wajahnya sama tuch berarti Jodoh, wah mau mau mau. Bos Kecil mau sama Bos Besar kok. Apalagi kalau seperti kemarin malam asik tuch, naik motor habis itu nonton. Ckckckkc.... Unforgetable
Tuesday, June 07, 2005
Tidak ada sesuatu yang istimewa kecuali ketika kita bisa berbagi dengan orang lain. Dan lebih menyenangkan lagi kalau orang yang kita ajak berbagi itu tepat. Perasaan Nin jadi begini, lemah sekali. Gak bisa di kasar lagi, dulu biarpun orang mau marah2 kaya' apa, sesadis apapun Nin tetap aja cuek, bandel. Sekarang gak cuma omongan, di sadisi orang dengan sikap aja rasanya sudah sakit nih hati, terus ... kalau sudah begitu nangis waktu sholat. Seperti tadi, Nin sudah cuci muka berkali-kali tapi mata masih merah juga. Waktu Mbak Noy naik, Nin sudah bingung mencari alasan kalau ditanya. Dan berharap Mbak Noy gak tau, tapi tetap aja tau. Nin bilang kalau mata Nin merah karena kelamaan di depan komputer, karena dari pagi sampai siang tidak bisa lepas dari komputer. Masih tau juga Mbak Noy, Nin diminta jujur, sharing, berbagi. "Kan udah kaya' keluarga sendiri, ayo donk cerita, kalau gak cerita gak bisa lega" Khkhkh... Nin jadi terharu, akibatnya basah lagi dech mata Nin. Malah kali ini lebih deras. Waktu mau sharing, Mas Lilik naik, Nin tunda sharingnya lama2 mereka berdua menggoda Nin, sampai ketawa gak berhenti-berhenti. (Nangis sambil ketawa). Yang baik ya baik, yang sewot ya sewot. Gak taulah! Maybe its life. Cuma serba salah saja, tertekan sekali rasanya, Ikut Om tertekan,di tempat kerja sama saja. Terus? mau kemana Nin ini? Mbak Noy bilang (sambil ngusap2 kepalaku) "Yang kuat donk!" hehhehe... ntah ketinggalan dimana kekuatanku, yang jelas selama ini aku gak pernah alpa untuk minta pada Allah SWT untuk selalu memberiku kekuatan dalam menghadapi apapun yang DIA berikan, baik itu anugrah maupun musibah. Thx Mas Lilik, Thx Mbak Noy... Jazakumullahi khairan katsira....
Tuesday, May 31, 2005
alhamdulilah, masih kutemukan orang2 yang masih bisa dan mau bertenggang rasa dengan sesama. terutama didalam bis. hari ini lumayan capek, dari BCA terus ke BRI masuk ke bank kok salah terus, mesti salah masuk gedung yang disampingnya. malu2in aja nich nina. habis itu ke Mall Kalibata, shooping hehehe tapi bukan buat nin, buat inventaris kantor. muter2 beli yg di perlukan, udah dicatat masih salah juga, dasar cewek tadinya gak ada rencana beli apa2 buat diri sendiri, tapi begitu liat mug lucu banget ya... beli aja. yang Gemini buat Kong, yang Sagitarius buat Nin. tuch yang sagitarius udah Nin pake buat minum teh di kantor. Pulang, main bentar ke tempat fitnes, iseng2 tanya ida nama cowok yang daritadi suka nyeletuk pembicaraan nin ma ida. namanya Rafael, dasar Ida usil, masa' nin tanya nama aja dibilang naksir. udah gitu ngomongnya kenceng sekali. sampai Rafael dengar, langsung dech nin kabur masuk lift. mampir lagi ke warnet, ketemu ma teman2.
Monday, May 30, 2005
Sunday, May 29, 2005
hari ini, sebenarnya gak pingin ke Lebak Bulus karena gak punya anggaran sama sekali, tapi alhamdulilah dapat pinjaman dari om(diitung pinjaman soalnya nin dah kerja jadi gak dapat jatah lagi). harusnya turun Pos, tapi di lebihin dikit ma kernetnya alhasil nyasarlah Nin sampai di Adiaksa, tapi dijemput juga ma paklik. sampai sana ternyata de' kus masuk pagi, yang ada cuma suaminya. Nin diajak pakde, paklik ma Bapak ke Ciledug, diminta menginap paginya langsung ke kantor. tapi kan Nin gak bawa ganti, jadi Nin gak bisa(padahal gak mau juga kalau menginap). sampai di Ciledug, Nin di kenalin sama mbak Dina, juga jagoan kecilnya Virgi yang gak bisa diam. Pulang dari Ciledug jam setengah enam, mampir warnet. eh ada nomor asing masuk, gak taunya itu nomor Kong yang baru..... hehhehehe... Miss U Yo...
Subscribe to:
Posts (Atom)