Friday, November 25, 2005

Salah Paham

Memang dunia ini panggung sandiwara. Ya Allah.. niat nina benar - benar tulus (Insya Allah) tetapi mungkin cara nina yang salah. Maafkan nina ya Rabb, nina tidak bermaksud membuat rusuh suasana. Nina hanya ingin memberikan semangat kepada keduanya, supaya tidak menyerah pada cinta. Supaya menjadikan cobaan tersebut sebagai ladang amal. Mas Him bilang tidak marah, tapi marah tidak butuh pengakuan. Dari nada bicara di telp, sungguh dia menampakkan emosinya dan itu membuat nina takut. Sesungguhnya apalah yang harus nina takuti Ya Allah... toh dia juga manusia seperti saya tiada ketakutan yang patut saya tunjukkan kecuali pada-Mu.
Ya Rahman... lembutkanlah hati mereka, terangkanlah pikiran - pikiran yang tertutup dan padamkan api yang bergejolak di hati kami. Sesungguhnya Engkaulah yang mengetahui apa yang tersembunyi dan terlahir dari hati kami. Maka ampunilah dosa dan kabulkanlah doa kami.
Amin.

Wednesday, November 23, 2005

Ku usap airmata dengan sapu tanganmu
Ketika mimpi - mimpi masih menjadi mimpi
Mimpi terlalu dini untuk hadir di fajar pagi
Menjadi kata yang hanya tercekat di tenggorokanku
Lebur mengalir ke kerongkongan
Masuk kembali ke sarangnya
Dalam hati

Ku basuh harapan - harapan semu dengan bayangmu
Lilin - lilin pengharapan tak boleh di padamkan
Agar bayanganmu selalu datang sempurna
Membasuh jiwa - jiwa yang luka
Habis harum saputangan kuciumi
Semoga perjalannya dalam menemani tidurku
Takkan pernah habis
Hingga bisa ku hembuskan angin rindu
Sambil menggenggam saputangan itu

~Qoirina~

Sunday, November 20, 2005

Tuhan,
Semoga aku lebih ingin menghibur daripada dihibur
Memahami daripada dipahami
Mencintai daripada dicintai

Sebab...

Dengan memberi aku menerima
Dengan memaafkan aku dimaafkan

Dengan cinta aku bangkit kembali
Dan
Dengan cinta aku hidup abadi

~di adaptasi & di inspirasi oleh puisi St. Fransiscus Asisi "Menanti Fajar Kesadaran" Iip Wijayanto, 2000)~

dimanapun, bagaimanapun kakak selalu menyayangimu, semoga bahagia disana.

Friday, November 18, 2005

jangan mengabaikan (membenci dan menjauhi) orang tuamu, barang siapa mengabaikan orang tuanya, maka dia kafir
(H.R. Muslim)

semoga kita termasuk anak - anak yang jauh dari sikap mengabaikan orang tua. Amien

AL - kAHFI : 109

" katakanlah : kalau lautan sekiranya menjadi tinta untuk menulis kalimat - kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan sebelum habis ditulis kalimat - kalimat Tuhanku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu pula"

Sunday, November 13, 2005

DOA SEORANG KEKASIH

Tuhan,
aku titipkan kekasihku
pada-Mu melalui angin
biarkan ia berhembus dalam rongga nafasku

Hingga ia memberikan kehidupan
melalui mata air embun pagi
lembut hembusannya
membelai jiwaku
membuai pada tandus
menjadi taman surgawi

Tuhan,
aku titipkan kekasihku
kepada-Mu melalui awan
biarkan ia menjadi peneduh
saat terik
dan jadikan ia hujan
saat rinduku dahaga

Bening tetesan airnya
mengalir menjadi nadiku
menyejukkan hati dan
membukakan mata

Tuhan,
aku titipkan kekasihku
kepada-Mu melalui bunga-bunga
hindarkan ia dari kumbang yang
kan merusak rona merekahnya

Aromanya menjadi
pembuluh rinduku
jika embun pagi
sebagai pelindung keelokan hatinya
hingga saat
aku memetiknya dan
kusemayamkan dalam jiwaku

Tuhan,
aku titipkan kekasihku

~Saujana~

Saturday, November 12, 2005

apa yang harus kukatakan? entahlah! yang aku tau aku hanya ingin memperbaiki diriku. "Ya Allah, bila kepulangan hamba adalah untuk kebaikan, maka bawalah kembali hamba pulang, namun bila hanya menambah dosa & maksiat, dengan cara apapun janganlah hamba sampai ke kampung halaman" dan sekarang... aku pulang. aku pulang dengan segala perubahan. semoga Allah Meridhoi, Nina pasrah dengan segala hukuman yang diberikan Allah SWT.
terimakasih Rabb, untuk hidayah kecil yang tak ternilai harganya ini.....
Insya Allah, apapun ujianMu akan aku tempuhi....

Wednesday, October 19, 2005

BERTEMU SESEORANG

xxxxxx: ke sini ma aku
yyyyyy: lihat aja nanti
xxxxxx: tapi kamu mesti nurut ma aku, xixixi
yyyyyy: lha! ngopo kok mesti nurut ma kamu, kok lucu
xxxxxx: yo selama aku ngajak pada kebenaran, napa juga ga mau nurut
xxxxxx: damai disini nin, meski hidup seadanya, kerja seadanya, tapi hati itu terasa tenang
xxxxxx: moga bisa jadi lebih baik
yyyyyy: amien
XXXXX: Allah pasti sudah menentukan jodoh kita
yyyyyy: tapi aku pingin yg bisa ngajari aku soal agama lebih dalam
xxxxxx: ya kalo mang jodoh nanti kan ketemu lagi
xxxxxx: paling gak bisa diajak sholat berjamaah sama
yyyyyy: ya sinio
xxxxxx: iya sich
yyyyyy:hehheheh
xxxxxx: bukan cuma sholat
yyyyyy: kan paling tidak non
xxxxxx: karena islam itu bukan cuma sholat, jilbaban, puasa, dll yg sering tampak
xxxxxx: islam itu yg penting dari dasarnya
xxxxxx: eh pamit dulu ya.. nomerku masih yg im3, kalo kamu pas ke yogya
yyyyyy: iya
xxxxxx: dan mungkin ingin lebih tau tentang islam
yyyyyy: ya ya ya
xxxxxx: insya Allah aku bisa membantu
yyyyyy: tapi aku masih awam sekali, anggaplah belum tau apa2, gpp kan?
xxxxxx: yg jelas kamu itu sudah baligh
yyyyyy: lha iyo, wong utang puasa aja udah 6 hari
xxxxxx: sudah bisa kena dosa kalo emang salah
xxxxxx: makanya sebaiknya utk melangkah menuju kebenaran itu ga perlu ditunda2
yyyyyy: iya, minta doanya saja
xxxxxx: apa mau nunggu dosa menumpuk, renungkan
yyyyyy: mudah2an aku diberi jalan yang mudah untuk pulang
yyyyyy: karena tujuanku untuk memperbaiki diri
xxxxxx: kita tak pernah tau sampai kapan diberi kesempatan hidup, ok dah ya
yyyyyy: iyah
xxxxxx: wasalam
yyyyyy: hati2 juga ya, waalaikumsalam

CATATAN AKASIA

Aku memandangi rembulan, disana ada aku dan nakula. Lalu rembulan itu tertutup awan. Sadar, bahwa meskipun hanya sekedar khayalan, sudah tidak pantas lagi aku seperti itu. Apalagi yang bisa aku banggakan padanya, apalagi yang bisa aku persembahkan untuknya. Kenapa ya aku mesti jujur padanya waktu itu? ah kenapa mesti menyesal. Bukankah jujur itu baik? Bukankah kejujuran itu lebih di sukai Allah SWT? Meski jujur yang aku utarakan waktu itu menyakitkan tapi... Khkhkh... Aku lega sekali, setidaknya aku melegakan diriku sendiri, karena tiada beban dihatiku. Tidak ada yang tersembunyiku tentang diriku. Aku akan tetap berharap dan berharap sampai aku tak pantas lagi untuk berharap.

Monday, October 17, 2005

"Rembulan dimalam hari lelaki diam seribu kata hanya mendandang...." meski dengan muka cuek sebenarnya aku tertawa juga dalam hati melihat dan mendengar mereka bernyanyi. tubuh kecil yang kebingungan mencari pegangan supaya tak terpental ketika bus di rem mendadak. "Udara terasa berat panah asmara sesakkan dada ketika cinta membentur dinding... membentur dinding" rasanya ingin aku ikut meneruskan lagu itu. Ada yang cantik, cantik sekali menurutku. Tapi kenapa dia hanya seorang anak kecil yang menjadi pengamen jalanan? bukankah hidup tidak menggariskan bahwa yang cantik harus hidup bahagia? Yang bahagia adalah dia yang bisa mensyukuri hidup. Seperti aku ketika sedang "baik" menyadari betapa menyenangkannya hidup ini, namun ketika aku menjadi diriku yang berputus asa, betapa sesak rasanya bernafas.

Thursday, October 13, 2005

Dear nude look good,

Dan matahari yang makin panas saja kurasa, mengingatkanku ternyata sudah lama aku tidak menyapamu. Apakah kamu mengingatku? Apa yang kamu ingat dariku?

Berbatas pada enggan, garis baik dan buruk kian samar. Nude, apa yang kita dapatkan bila kita memberi kebahagiaan pada orang lain, dengan mengorbankan rasa yang kita miliki? Adakah Tuhan masih memberi kita pahala? Atau 50% untuk pahala dan 50% dosa karena kita telah berbohong pada orang lain tersebut? Hehhehe.. Tuhan memang akan memperhitungkan segala perbuatan kita, tapi bukan berarti DIA perhitungan. Iya kan nude?

Friday, September 23, 2005

CATATAN AKASIA III

Bila sedang merenung, tertawa sendiri jadinya, tapi juga ingin menangis. Akasia hanya bicara dalam hati. Penyesalan itu datang setelah kita menetapkan satu pilihan. Anehnya lagi menyesal bukan karena salah pilih, tapi karena tergesa2 memberikan keputusan untuk memilih. Bukan pula karena yang dipilih itu ternyata buruk, tapi yang dipilih itu terlalu baik. Terlalu baik dan terlalu menyayangi sehingga Akasia merasa tak pantas untuk mendapatkannya, terlebih lagi Akasia hanya memberikan setengah hatinya saja. Tidakkah itu jahat? tidakkah itu adil dan pantas untuk yang dia pilih?
Ketika bulan itu membulat keperakan, terlintas bayangan Akasia dan Nakula duduk bersama diteras memandangi anak-anak mereka bermain. Hanya itu saja yang teringat bila dia melihat bulan. Maka haruskah dia memejamkan matanya ketika sinar bulan menembus dalam kamarnya, barangkali bulan harus di geser ketika dia ingin menikmati langit penuh bintang. Ah, Entahlah.... kata daunnya yang berguguran.

Sunday, September 04, 2005

tiba saatnya bila kita melepas seseorang dengan ikhlas, Insya Allah kita akan merasa semakin memilikinya. tak terasa kata2 itu berlaku juga buat Nin. Tapi tak kan pernah berhenti memohon, sampai batas waktunya berhenti memohon. Semoga ada kesempatan kedua buat Nina.

Friday, August 19, 2005

What is love?

Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab.Mereka yang bermain dengannya menyebutnya sebuah permainan. Mereka yang tidak memilikinya menyebutnya sebuah impian. Mereka yang mencintai menyebutnya takdir.

to my soldier

Yang menurut kita baik, belum tentu baik di mata Allah SWt benar kan mas? Semoga Allah memberikan seseorang yang benar-benar bisa mempersembahkan yang terbaik dari dirinya untuk mas. Siapapun dia, yang pasti dia adalah pilihan-Nya yang terbaik untuk mas, yang bisa berbakti pada mas sampai akhir hayat. Dan mudah-mudahan Nina diampuni kekhilafannya oleh Allah SWT. Nina salah satu langkah saja mas, tapi kok yang satu langkah itu ternyata benar-benar fatal akibatnya. Tak ada yang lebih berguna yang Nina lakukan kecuali memperbaiki diri. Nina harap mas tidak keberatan membantu Nina memperbaiki diri. Karena semakin banyak yang memberi masukan positif Insya Allah Nina akan lebih dari sebelumnya.

Maafkan Nina mas......
Rabbul I'zati kenapa Nina lepas seorang ahli ibadah seperti dia?

Friday, August 12, 2005

dia yang diujung sana
menarikan jarinya
menarikan hatinya
menggenggam janjinya
menunggu sang waktu
untuk bertemu...

Sunday, August 07, 2005

Waktu kau lewat aku sedang mainkan gitar
Sebuah lagu yang kunyanyikan tentang dirimu
Seperti kemarin kamu hanya lemparkan senyum
Lalu pergi begitu saja bagai pesawat tempur
Hei kau yang manis singgahlah dan ikut bernyanyi
Sebentar saja nona sebentar saja hanya sebentar

Rayuan mautku tak membuat kau jadi galak
Bagai seorang diplomat ulung engkau mengelak
Kalau saja aku bukanlah penganggur sudah kupacari kau
Jangan bilang tidak bilang saja iya
ya lebih baik dari pada kau menangis

Penguasa penguasa berilah hambamu uang
Beri hamba uang beri hamba uang
Penguasa penguasa berilah hambamu uang
Beri hamba uang beri hamba uang
Beri hamba uang beri hamba uang

Oh ya andaikata dunia tak punya tentara
Tentu tak ada perang yang banyak makan biaya
Oh ya andaikata dana perang buat diriku
Tentu kau mau singgah bukan cuma tersenyum
Kalau hanya senyum yang engkau berikan
Westerling pun tersenyum
Oh singgahlah sayang pesawat tempurku
Mendarat mulus didalam sanubariku

By: IF

Friday, August 05, 2005

Seseorang Di Suatu Sudut

Cahaya jatuh pelan bersama angin ringan
Burung-burung sekedar singgah untuk musim
Di sudut terlihat sesuatu yang hitam kelam
Sulit dikenal usia hanya terlihat bentuk tubuh
Selalu terlihat duduk di sudut

Anak yang menyapa akan kembali dengan tangis
Berlalu lalang dengan bergumam datar
Bertanya siapa yang duduk di sudut gelap itu
Ditanya kembali bertanya kambali
Sinar yang selalu berganti-ganti

by: NN






























Tak mengubah dia untuk bersuara
Ingin kenal nama tak tahu muka
Lambat laun semua tak peduli
Semua acuh semua angkuh
Hanya karena dia seseorang di suatu sudut

Sunday, July 17, 2005

Catatan Akasia 2

Bila ada sesuatu di perutku. Apakah akan aku hilangkan? sementara mahluk itu selalu kudamba keberadaaannya. Meski tanpa seseorang disampingku. Bukan berarti si kecil akan hadir kedunia tanpa seorang Ayah. dia punya ayah, tentu saja punya. Kalau tidak punya mana mungkin dia ada. Hanya saja... "Aku belum siap" kata ayahmu nak....

Saturday, July 16, 2005

ingin kubagi warna dengan semua...
kubagi hangatnya matahari yang kupeluk pagi ini...